Progresnews.com -- Tubuh kembang anak sangat penting diperhatikan oleh para orang tua, untuk menghindari berbagai penyakit yang bisa saja menjangkit sibuah hati, salah satunya adalah penyakit saraf berbahaya.

Penyakit saraf atau gangguan neurologis adalah kondisi saat sebagian otak atau sistem saraf tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kondisi ini kemudian memengaruhi tumbuh kembang anak yang mengakibatkan gejala tertentu; baik secara fisik maupun psikologis, tergantung bagian otak dan saraf mana yang terganggu.

Seperti dilansir hellosehat, ada beberapa penyakit saraf yang bisa menyerang sikecil, dan patut diwaspadai secara ekstra oleh Ayah Bunda.

1. Epilepsi

Epilepsi sangat bisa menyerang sibuah hati kapanpun, karenanya perlu diwaspadai secara ekstra oleh para orang tua akan penyakit atau gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang-ulang ini.

Epilepsi biasanya disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak akibat keturunan, cedera pada kepala, dan masalah pada otak. Pada sibuah hati , epilepsi bisa menyebabkan berbagai masalah pada kemampuan mengendalikan otot, kemampuan bahasa, hingga memori dan kemampuan belajar.

Ada beberapa gelaja epilepsi yang patut Ayah Bunda pahami, diantaranya, Hilangnya kesadaran, Gerakan tangan dan kaki yang tiba-tiba, Tubuh menjadi kaku, Gangguan pernapasan, Mata berkedip dengan cepat sembari menatap pada satu titik.

2. Spina bifida

Penyakit saraf kedua yang biasanya menyerang anak adalah Spina bifida. Penyakit ini adalah kondisi kelainan yang terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk dengan sempurna. Hal ini ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa terjadi hingga anak memasuki usia sekolah.

Bayi dengan spina bifida biasanya mengalami kegagalan perkembangan tabung saraf sebagian atau tabung yang tidak menutup dengan benar. Akibatnya, tulang belakang dan sumsum tulang belakang bisa rusak. Tabung saraf adalah bagian dari embrio yang kemudian berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang serta jaringan di sekitarnya.

Untuk gejalanya sendiri, penyakit ini memiliki gejala beragam sesuai dengan tingkatannya. Jenis spina bifida tergolong ringan biasanya akan tetap membuat anak tumbuh normal. Namun, jenis lainnya bisa menyebabkan kelumpuhan. Bahkan, gejalanya juga bisa berbeda-beda pada tiap anak.

Risiko anak mengalami spina bifida bisa meningkat karena ibu kekurangan asupan asam folat selama kehamilan, riwayat keluarga dengan spina bifida, dan konsumsi obat-obatan seperti asam valproat selama kehamilan.

3. Cerebral palsy

Penyakit Ceberal Palsy yang merupakan kelainan yang memengaruhi otot, saraf, gerakan, dan kemampuan motorik anak untuk dapat bergerak secara terkoordinasi dan terarah, patut diwaspadai terjadi pada anak-anak. Kondisi lumpuh otak ini biasanya disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi sebelum bayi dilahirkan.

Adapun berbagai gejala yang harus Ayah Bunda waspadai yaitu Otot anak terlalu kaku atau lemah terkulai, kurangnya koordinasi otot, anak Sering mengalami tremor atau gerakan tak sadar, gerakan yang dilakukan lambat, dan keterampilan motorik lambat seperti kemampuan duduk dan merangkak.

Kemudian anak biasanya mengalami kesulitan berjalan, produksi air liur berlebih dan memiliki masalah dalam menelan, mengalami kesulitan untuk mengisap atau mengunyah makanan, serta kemampuan bicara terlambat.

4. Autisme

Penyakit Autisme juga biasanya menyerang anak-anak. Ayah bunda patut mewaspadai penyakit saraf yang dimulai di masa kanak-kanak dan bertahan seumur hidupini. Autisme menyerang sistem saraf di otak ini membuat anak mengalami kesulitan untuk memahami dunia di sekitar mereka. Sikecil akan mengalami berbagai keterlambatan dalam berbicara, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain.

Gelaja yang ditimbilkan dari penyakit ini yang patut Ayah Bunda waspadai yaitu t idak melakukan kontak mata saat Ayah Bunda sedang berinteraksi dengannya, t idak menanggapi ketika dipanggil, m engeluarkan suara-suara untuk menarik perhatian, ti dak memiliki ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain, m engalami kesulitan untuk mengutarakan sesuatu, t idak mengerti arahan atau petunjuk yang diberikan.

5. Hidrosepalus

Penyakit saraf yang terakhir yaotu hidrosefalus. Hidrosefalus adalah kondisi saat anak mengalami penumpukan cairan serebrospinal di rongga dalam otak. Akibatnya, kepala mengalami kelebihan cairan dan ukurannya membesar hingga akhirnya memberikan tekanan pada otak. Kondisi ini kemudian merusak jaringan otak dan menyebabkan berbagai gangguan fungsi otak.

Penyakit ini memiliki beberapa gejala yang bisa Ayah Bunda perhatikan, seperti Ukuran kepala yang jauh lebih besar dibandingkan anak normal, Adanya bagian lunak kepala yang menonjol (fontanel) di bagian atas, m ata selalu tertuju kebawah, p ertumbuhan dan perkembangan tubuh yang buruk, dan m untah-muntah.

Kemudian Anak juga akan memiliki keseimbangan tubuh yang tidak stabil, n afsu makan menurun drastis, l emah dan lemas tidak berdaya, serta Kejang-kejang. (Red)