Dampak Pelemahan Rupiah, Buruh Tangsel Alami PHK

Dampak Pelemahan Rupiah, Buruh Tangsel Alami PHK

28 Agustus 2015 Tak Berkategori Leave a comment 149 Views

Berita Terkait

Pemerintah Deklarasikan Hari Santri, Muhammadiyyah Layangkan Keberatan

4 hari ago

Calon Petahana Laporkan Arsyid-Elvier Ke Panwaslu

4 hari ago

Tolak Perpanjang Kontrak Freeport, Kadin Desak Jokowi Nasionalisasi Aset

4 hari ago

Tangerang Selatan, progresnews.com — Dampak melemahnya rupiah kini sudah mulai dirasakan buruh di Tangerang Selatan, Banten. Menurut keterangan, Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Nurrochmah, lebih dari 50 buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) baru-baru ini.

Para buruh merupakan pekerja di sektor ritel dan industri makanan serta minuman ini terpaksa dirumahkan karena perusahaan tak mampu mengcover gaji karyawan akibat dampak pelemahan rupiah terhadap dolar yang terus dialami Indonesia.

“Informasi dari sejumlah rekan diapstikan ada 50 buruh yang terkena PHK. Lainnya masih ada tetapi belum bisa kami pastikan jumlahnya,” ujarnya saat seperti dikutip Republika, Kamis (27/8) petang.

Nurrochman memperkirakan jumlah PHK akan terus bertambah mengingat pergerakan rupiah masih flukuatif dan cenderung terus berada diposisi tersendah sejak 1998.

Menurutnya, dirumahkannya para buruh di Tangerang Selatan sebenarnya telah terjadi sejak dihapuskannya subsidi BBM oleh pemerintah., diperparah dengan terus melemahnya rupiah. Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga kisaran Rp 14.050 semakin memicu meningkatnya jumlah pekerja yang di-PHK.

Menyikapi persoalan ini, kata Nurrochman, SBSI akan menempuh langkah advokasi dengan menempuh jalur hukum. Jika tidak memberikan hasil, SBSI akan menggelar demo besar-besaran.

“Akan kami maksimalkan advokasi dulu. Kami juga berharap pemerintah mengambil sikap tegas untuk mengatasi gelombang PHK,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Kota Tangerang, Koswara, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jumlah buruh yang mengalami PHK. Saat ini, kabar tersebut diakuinya masih simpang siur.

Meski begitu, Koswara mengaku telah menerima aduan adanya dari beberpaa perusahaan yang mulai khawatir dengan dampak pelemahan rupiah. Terlebih, pada akhir tahun ini akan ada kenaikan upah bagi para buruh. (PN06)

Pilihan Redaksi:

Nilai Rupiah Anjlok, Ribuan Buruh Terancam PHK

Ancaman PHK Di Depan Mata, Ribuan Buruh Siap Geruduk Istana Negara

Buruh Tangerang Minta Upah Minimum naik Jadi Rp 4 Juta

Rupiah Terus Melemah, Ribuan Pekerja Jawa Timur Di PHK

RUPIAH MELEMAH, MENTERI KEUANGAN : APBN SURPLUS

Facebook

Twitter

Google +

Terpopuler