Tangerang, Progresnews.com -- Maraknya pembangunan dilakukan di Provinsi Banten ternyata tidak berpengaruh terhadap peringkat angka pengangguran secara nasional. Bahkan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat jumlah pengangguran terbesar di Indonesia berada di Provinsi Banten pada periode Agustus 2015-Agustus 2016.

Kepala BPS, Suharyanto mengatakan, penduduk yang paling banyak menganggur berada di Provinsi Banten dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 8,92 persen. (Baca Juga : TKA Asal Cina Masih Banyak Di Banten)

“Dari TPT 5,61 persen secara nasional, TPT tertinggi di Banten,” ujar dia di kantornya, Jakarta, Senin (7/11) kemarin.

Sementara itu, peringkat kedua dengan jumlah pengangguran terbanyak di Jawa Barat dengan TPT 8,89 persen, kemudian di Kalimantan 7,95 persen, ke empat dan kelima yakni Kepulauan Riau dan Aceh masing-masing 7,69 persen dan 7,57 persen.

Ke enam tertinggi di Papua 7,46 persen, Riau di posisi ke tujuh sebesar 7,43 persen, Maluku dengan TPT 7,05 persen, kemudian terakhir Sulawesi Utara dan DKI Jakarta masing-masing TPT 6,18 persen dan 6,12 persen.

Sedangkan di Bali dan Bangka Belitung, tingkat pengangguran terendah masing-masing 1,89 persen dan 2,60 persen.

“Pariwisatanya berkembang, makin banyak tenaga kerja yang terserap. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke daerah tersebut pada kuartal III juga cukup banyak,” ungkapnya. (Baca Juga : Investasi Asing Semakin Kuat Di Banten, Pengusaha Lokal Alami Kesulitan)

Di sisi lain, jumlah pengangguran di perkotaan sebesar 6,60 persen, di pedesaan hanya 4,51 persen. Kemudian, berdasarkan pendidikan, terbanyak lulusan SMK dengan TPT 11,11 persen, Sekolah Menengah Atas (SMA) 8,73 persen, Diploma III 6,04 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5,75 persen, tamatan Universitas 4,87 persen dan Sekolah Dasar (SD) 2,88 persen.

“Kualitas lulusan SMK masih menjadi pekerjaan rumah, masih menjadi miss match antara yang dipelajari di sekolah dengan lowongan yang ada, sehingga kualitas ini yang harus dibenahi,” terang dia. (Red)