Kasus DBD Tertinggi Se-Indonesia, Komisi V Akan Panggil Dinas Kesehatan
Serang, Progreanews.com -- Alih-alih untuk menyikapi maraknya kasus DBD yang menjadikan Banten sebagai urutan pertama wilayah penyebaran endemis dengan 720 kasus dan 25 orang meninggal dunia, Komisi V DPRD justru akan melakukan study banding keluar daerah.
"Kami juga akan melakukan study banding terhadap pelayanan dan penangan di luar daerah. Karena di tempat lain untuk penanganan kasus DBD rumah sakitnya tidak lagi mempertanyakan pakai BPJS atau tidak," ujar Ketua Komisi V, Yoyon, Kamis (4/2)
Namun begitu, sebelum melakukan study banding itu, DPRD Banten berencana akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kesehatan. Pemanggilan ini dimaksudkan untuk melakukan rapat koordinasi menanggulangi kasus DBD.
"Kebetulan tanggal 11-12 kami akan melakukan rakor. Kami akan lakukan pemanggilan dengan jadwal pertama memanggil Dinas Kesehatan," lanjutnya.
Yoyon berharap dengan maraknya kasus DBD, Pemprov Banten segera melakukan tindakan agar mampu meminimalisir dampak dari penyebaran kasus DBD ini.
"Pemerintah Provinsi Nanten jangan lagi berleha-leha khususnya dinas kesehatan untuk betul2 melakukan siaga terhadal pelayanan penyakit DBD," pungkasnya
Diketahui, maraknya kasus DBD membuat provinsi Banten menetapkan sttus Kejadian Luar Biasa (KLB). Sttus ini menandakan bahwa penyebaran penyakit DBD sudah sangat mengkhawatirkan dan harus segera dilakukan penanganan. (Iqbal/PN06)
-
Rabu, 24/10/2018 16:25 WIBDampingi Presiden, Gubernur Buka Trade Expo Indonesia Tahun 2018
-
Selasa, 16/10/2018 16:29 WIB
Ribuan Hektar Sawah Kekeringan, Pemprov Banten Siapkan Bantuan Pompanisasi
-
Selasa, 16/10/2018 09:10 WIB
Pemprov Banten Siap Lepas Saham 5,37 Persen di BJB