Kenapa 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu?

Kenapa 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu?

5 hari ago Humaniora Leave a comment

Berita Terkait

#WomenPower, Inilah 10 Wanita Muda Terkaya Di Dunia

2 Oktober 2015

Serang, Progresnews.com — Tanggal 22 Desember menjadi moment bahagia untuk seluruh kaum hawa ditanah air. Ya, tanggal saakral itu diperingati sebagai Hari Ibu. Hari dimana seluruh limpahan kasih sayang tercurah pada kaum hawa, terkhusus dari anak-anak mereka yang telah dibesarkannya dengan penuh kasih sayang. Tapi tahukan anda kenapa tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu?

Jika menilik sejarah, Peringatan Hari Ibu awalnya bermula dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra yang kemudian mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan.

Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan isu-isu gender lainnya, juga dibahas dalam kongres itu. Namun, berbeda dengan perjuangan banyak wanita saat ini, para pejuang perempuan kala itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.

Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sendiri diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar pada tahun 1938. Yang dikukuhkan oleh Dekrit Presiden No.316 tahun 1959 oleh presiden Soekarno.

Penetapan hari ibu diilhami dari perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Selain itu, kala itu Hari Ibu juga merupakan saat dimana seluruh elemen bangsa mengingat dan mengenang semangat perjuangan pada perempuan hebat dalam upaya memperbaiki kualitas bangsa dan negara Indonesia.

Berbeda dengan maksud dan peringatan Hari Ibu dahulu. Kini, Hari Ibu diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, atas kasih sayangnya yang tidak pernah putus sepanjang masa. Mulai dari mengandung, menyusui, hingga membesarkan sang anak hingga menjadi manusia unggul dan mampu mendedikasikan dirinya untuk kebaikan bangsa dan negara.

Tak jarang, peringatan hari ibu sering di isi dengan banyak kegiatan dan hadiah yang diberikan untuk para perempuan atau para ibu, seperti memberikan kado istimewa, bunga, aneka lomba untuk para ibu, atau ada pula yang membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Nah, sudahkah anda memberikan tanda kasih sayang kepada ibu tercinta?. Selamat Hari Ibu, kasihilah dia sebagaimana ia mengasihimu hingga saat ini. (PN06)

Pilihan Redaksi: Hari Lahir Master Yoga Diperingati Lewat Google Doodle Hari Santri Nasional Sebagai Wujud Pernghargaan Kepada Ulama dan Santri Jelang Hari Kemerdekaan, Presiden Jokowi Lakukan Renungan Suci Di TMP Kalibata Memperingati Hari Anak, BKBPP Cilegon Gelar Seminar Antisipasi Kekerasan Anak Menikmati Wisata NTT Dibulan Desember

Pilihan Redaksi:

Hari Lahir Master Yoga Diperingati Lewat Google Doodle

Hari Santri Nasional Sebagai Wujud Pernghargaan Kepada Ulama dan Santri

Jelang Hari Kemerdekaan, Presiden Jokowi Lakukan Renungan Suci Di TMP Kalibata

Memperingati Hari Anak, BKBPP Cilegon Gelar Seminar Antisipasi Kekerasan Anak

Menikmati Wisata NTT Dibulan Desember

Facebook

Twitter

Google +

TAG humaniora
Berita Lainnya