Ketua DPRD Dipanggil KPK, Pengamat Yakin Bank Banten Adalah Kejahatan Terstruktur
Ketua DPRD Dipanggil KPK, Pengamat Yakin Bank Banten Adalah Kejahatan Terstruktur
14 hari ago Hukum Leave a comment
Berita Terkait
Batalkan Bank Banten, Rano Karno Tantang DPRD Revisi Perda
6 hari ago
Saling Tuduh Inisiator Suap Bank Banten, Siapa Yang Benar?
8 hari ago
Anggota DPRD Dipanggil KPK, Sekretaris Fraksi Partai Golkar : Itu Strategi…
12 hari ago
Serang, Progresnews.com — Pengamat Anti Korupsi Uday Suhada menyambut baik langkah KPK untuk memanggil Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah. Bahkan, Uday berharap bukan hanya Asep yang dipanggil namun juga Rano Karno. Pasalnya, skandal penyuapan Bank Banten menurutnya hanyalah bagian kecil dari kejahatan terstruktur yang diyakini melibatkan pemangku kebijakan paling tinggi.
“Pertama saya mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh KPK untuk segera menuntaskan permasalahan ini, karena sejak awal saya menilai persoalan suap yang dilakakan oleh dirut PT BGD kepada dua anggota DPRD persoalannya lebih kepada teknis. Dibalik itu semua, ada sebuah kebijakan yang besar yang itu melibatkan pucuk pimpinan baik di DPRD maupun di eksekutif, dalam hal ini gubernur Rano Karno.” kata Uday ketika dihubunngi via telepon, Sabtu (12/12)
Uday juga melihat ada kebohongan yang disampaikan oleh Ketua DPRD yang menyebut dirinya tidak mengathui persoalan pendirian Bank Banten. Menurut Uday hal itu sah-sah saja sebagai pembelaan, namun ia meyakini KPK memiliki fakta keterlibatann Asep dan juga Rano Karno
“Ketua DPRD beberapa waktu lalu menampik bahwa tidak tahu menahu soal pendirian Bank Banten. Pertanyaan saya sederhana kepada beliau, kalau ia tidak tahu soal Bank Banten lantas untuk apa APBD 2016 diketok. bukannya di dalam APBD itu jelas ada dana penyertaan untuk PT BGD mendirikan Bank Banten?. Jadi, mustahil Ketua DPRD tidak tahu soal pendirian Bank Banten.” kata Uday
Lebih jauh Uday melihat ada kepentingan besar gubernur Banten dibalik pendirian Bank Banten Rano Karno. Pasalnya, Rano begitu “keukeuh” untuk terus melanjutkan Bank Daerah itu. Bagi Uday Bank Banten dan pos anggaran lainnya dalam APBD 2016 hanya akan dijadikan mesin uang bagi Rano menjelang pemilihan Gubernur 2017.
“Urusan suap adalah bagian kecil saja, karena saya yakin BGD hanya akan dijadikan kepentingan politik Pilgub 2017. Ini misi utama yang saya lihat, bagaimana gubernur Banten Rano Karno begitu keukeuh karena kepentingan dia untuk 2017 melalui APBD 2016. Disamping anggaran lain seperti Bansos dan Hibah yang bisa kita lihat sendiri besarannya, lonjakannya sangat drastis” tegas Uday
Untuk itu, Uday berharap KPK tidak pandang bulu dalam menindak siapapun yang terlibat dalam kasus suap PT BGD maupun skandal APBD 2016.
“Sebagai Warga Banten, saya meminta kepada KPK meneruskan dan menuntaskan persoalan ini. Jangan pandang bulu, jangan tebang pilih. Berasal berasal dari Partai Merah atau Kuning tidak boleh tebang pilih, sebagaimana instruksi pak jokowi. Saya ingin tidak ada interpensi lain soal hal ini kecuali intervensi hukum.”
Sebelumnya, Ketua DPRD Asep Rahmatullah membenarkan bahwa dirinya telah menerima surat panggilan KPK. Ia akan diperiksa KPK, Selasa (15/12) pekan depan. (PN06)
Pilihan Redaksi:
Kasus Suap Bank Banten, Aktivis Desak KPK Periksa Rano Karno dan Ketua DPRD Banten
Silang Pendapat Rano Karno Dan Ketua DPRD Soal Kasus Suap Bank Banten
Rano Dirikan Bank Banten, Pengamat : Jangan Sampai Disclaimer Jadi Skenario Yang Di Sengaja
Tri Setya Sebut Wakil Ketua DPRD Banten Inisiator Penyuapan, Benarkah?
Kasus Suap Bank Banten, KPK Periksa Ketua DPRD Asep Rahmatullah
Google +
-
Jumat, 19/10/2018 08:45 WIBBerhentikan Iman dari Walikota Cilegon, Pemprov Tunggu Salinan Putusan Inkracht
-
Jumat, 19/10/2018 08:17 WIBSang Ratu Divonis Gila, Berikut 6 Fakta Penting Kerajaan Ubur-ubur yang Bikin Heboh
-
Jumat, 19/10/2018 07:45 WIB
Sering Konsumsi 6 Makanan Ini, Dijamin Bikin Kulit Sehat dan Mulus