Untuk melakukan imunisasi anda tentu harus memahami jadwal kapan imunisasi harus diberikan kepada si

Serang, Progresnews.com -- Anak atau bayi sebenarnya anak memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari virus dan bakteri sejak ia masih dalam kandungan. Ini dikarenakan sel pembentuk antibodi, sel B dan sel T, telah terbentuk sejak usia kehamilan 14 minggu dan terus berkembang di tahun pertama kelahiran.

Lantas kenapa harus mendapatkan imun tambahan?

Seperti dilansir Hellosehat.com, sistem imun bayi tidak sekuat sistem imun orang dewasa. Sebab, antibodi yang berasal dari tubuh ibu akan mengalami penurunan secara pasif selama beberapa bulan pertama. Akibatnya, bayi sangat rentan terhadap penyakit karena di dalam tubuhnya belum terbentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Nah, dengan melakukan imunisasi bayi, berarti telah melindungi bayi Anda dari berbagai penyakit di masa yang akan datang. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh anak Anda akan membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk membentuk antibodi, yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuhnya.

Lebih jauh dari itu, prosedur ini juga dapat menyelamatkan hidup anak Anda. Pada zaman dahulu, banyak anak menderita sakit seperti polio, dan penyakit tersebut menyebabkan banyak anak meninggal dunia. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, vaksin diciptakan untuk memberantas penyakit tersebut dan hasilnya sekarang sudah sedikit anak-anak yang menderita penyakit berbahaya.

Namun, sebenarnya bukan itu saja yang menjadi alasan mengapa Anda harus membawa anak untuk diimunisasi. Terdapat tiga alasan penting mengapa imunisasi bayi wajib dilakukan. Pertama, Prosedur ini cepat, aman, dan sangat efektif. Kedua, Sekali anak Anda diimunisasi, tubuh anak dapat melawan penyakit lebih baik, dan ketiga yaitu jika anak tidak diimunisasi, anak akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.

Untuk melakukan imunisasi anda tentu harus memahami jadwal kapan imunisasi harus diberikan kepada si buah hati. Untuk Di Indonesia, tiap bayi di bawah umur satu tahun harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Imunisasi ini berguna untuk mencegah bayi terkena penyakit polio, campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B.

Imunisasi merupakan hal yang wajib diberikan sesuai dengan jenis vaksin dan jadwal imunisasi yang ditetapkan dalam Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi (PPI) dan diberikan secara cuma-cuma, alias gratis.

1. Hepatitis B

Pemberian imunisasi anak ini ditujukan untuk menangkal infeksi organ hati karena virus hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran. Hal tersebut menjadi penting karena infeksi hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis.

Jadwal imunisasi ini diberikan tiga kali. Pertama, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah bayi lahir. Kemudian pemberian vaksin berlanjut saat bayi berumur 1 bulan. Setelah itu diberikan saat rentang usia bayi 3 sampai 6 bulan.

2. Polio

Polio atau yang juga dikenal dengan penyakit lumpuh layu termasuk sebagai salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan. Sekali anak Anda terkena penyakit ini pada kaki dan/atau tangannya, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Bahkan kadang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernafasan yang menyebabkan kematian.

Meski begitu, ada cara mencegah penyakit ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi polio pada usia di bawah lima tahun. Biasanya prosedur ini dilakukan lewat obat tetes atau oral (OPV) dan suntik (IPV).

Jadwal imunisasi polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Tenaga kesehatan bisanya memberikan vaksin polio saat anak baru lahir, kemudian pada saat usia anak dua bulan, empat bulan, dan enam bulan. Jika Anda telah menjalani empat dosis vaksin polio semasa kanak-kanak, maka Anda disarankan untuk menjalani vaksin polio booster sebagai penguat sebanyak satu kali.

3. BCG

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO tahun 2015, Indonesia masuk dalam enam negara yang memiliki kasus penyakit TBC terbanyak. TBC merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Nah, salah satu cara terbaik untuk mencegah TBC adalah dengan memberikan vaksin BCG.

Jadwal imunisasi BCG hanya satu kali pada anak usia di bawah dua bulan. Jika bayi sudah berumur lebih dari tiga bulan, maka harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Nah, jika hasil tuberkulin negatif, maka BCG dapat diberikan.

4. DPT

Imunisasi DPT adalah jenis imunisiasi gabungan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit tersebut berkaitan dengan penyakit saluran pernapasan.

Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit pertusis atau batuk rejan dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Sementara penyakit tetanus dapat mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan sulit bernafas.

Jadwal imunisasi DPT dilakukan sebanyak lima kali sejak anak berusia dua bulan hingga enam tahun. Seorang anak akan imunisasi DPT pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, antara 18-24 bulan dan terakhir lima tahun.

Jika semasa kanak-kanak Anda belum pernah mendapatkan imunisasi DPT, maka Anda direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi Tdap, yaitu imunisasi DPT lanjutan yang diperuntukan untuk orang dewasa. Vaksin Tdap hanya diberikan sekali seumur hidup, namun disarankan untuk menyutikan vaksin penguat setiap 10 tahun sekali. Kosultasikan lebih lanjut ke dokter Anda sebelum melakukan imunisasi DPT lanjutan.

5. Campak

Campak merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi radang paru, radang otak, serta kebutaan. Dalam banyak kasus, penyakit campak seringnya terjadi pada masa anak-anak. Anda dapat mengurangi risiko anak Anda terkena penyakit ini dengan imunisasi campak.

Jadwal imunisasi campak diberikan pertama kali pada bayi usia 9 bulan. Setelah itu, dilanjutkan pemberian imunisasi campak kedua kalinya pada usia 18 bulan dan pemberian ketiga pada usia 6-7 tahun atau saat anak baru masuk sekolah. Imunisasi campak kedua tidak perlu diberikan bila anak sudah mendapatkan imunisasi MR.

Bagaimana jika imunisasi bayi telat dilakukan?

Secara umum, jika imunisasi anak terlewat atau telat diberikan, sebaiknya segera bawa anak Anda untuk diimunisasi. Pemberian vaksin yang tidak sesuai jadwal tidak masalah, asalkan pemberian kelima vaksin tersebut (imunisasi dasar lengkap) dilakukan pada saat anak masih berusia di bawah 1 tahun. Segera mintakan imunisasi anak yang telat tersebut agar anak tidak berisiko tertular penyakit yang berbahaya.

Bagaimana jika bayi tidak diimunisasi sama sekali?

Beberapa cerita di luar sana menyebutkan bahwa prosedur ini justru menyebabkan anak sakit. Namun, imunisasi bayi dijamin aman karena sejumlah ilmuwan terus bekerja untuk membuat vaksin lebih aman dari waktu ke waktu. Sebelum mendapat lisensi dan diedarkan, vaksin pasti mengalami sejumlah pengujian untuk menjamin keamanannya.

Perlu dipahami bahwa meski prosedur ini belum 100 persen efektif dalam mencegah penyakit tertentu, namun gejala penyakit yang dialami tentu akan jauh lebih ringan ketimbang dengan anak yang tak diimunisasi sama sekali.

Jika anak tidak diimunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-penyakit berbahaya. Parahnya lagi penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada anak. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak diimunisasi tidak akan sekuat anak yang diimunisasi. Ini karena tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya. Akibatnya, anak jadi rentan terhadap penyakit. Jika anak yang tidak diimunisasi ini menderita sakit, ia juga dapat menularkannya ke orang sekitarnya sehingga juga membahayakan orang lain. (Red)