PERDANA MENTERI INGGRIS AKAN LARANG PENGGUNAAN WHATSAPP
PERDANA MENTERI INGGRIS AKAN LARANG PENGGUNAAN WHATSAPP
4 hari ago Hukum , Politik Leave a comment 100 Views
Progresnews.com — Banyaknya aksi terror di Inggris yang tidak bisa dilacak, terutama terkait percakapan para teroris melalui layanan instant messenger yang menggunakan enskripsi sehingga pesan mereka tidak terbaca, membuat khawatir Perdana Menteri Inggris.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron menganggap aplikasi yang menggunakan enkripsi akan membahayakan keamanan negara karena pesan yang disampaikan melalui layanan instant messenger itu menjadi rahasia dan pemerintah tidak dapat membacanya.
Dengan demikian maka layanan seperti WhatsApp, iMessage, dan Snapchat tidak dapat beroperasi di Inggris apabila larangan tersebut benar-benar diterapkan.
Dikutip dari kompas.com , untuk mengantisipasi instant messenger yang tidak terbaca tersebut, pemerintah inggris berencana mengeluarkan undang-undang Investigatory Powers Bill, salah satu hal yang tercantum dalam undang-undang tersebut adalah bahwa perusahaan penyedia layanan internet seperti Google, Apple, Facebook, dan WhatsApp harus merekam aktivitas para penggunanya di Inggris, dan diserahkan kepada pihak kepolisian di Inggris kapanpun diminta.(PN13)
Google +
-
Jumat, 19/10/2018 08:45 WIBBerhentikan Iman dari Walikota Cilegon, Pemprov Tunggu Salinan Putusan Inkracht
-
Jumat, 19/10/2018 08:17 WIBSang Ratu Divonis Gila, Berikut 6 Fakta Penting Kerajaan Ubur-ubur yang Bikin Heboh
-
Jumat, 19/10/2018 07:45 WIB
Sering Konsumsi 6 Makanan Ini, Dijamin Bikin Kulit Sehat dan Mulus
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain