PPATK Curigai Empat Nama Capim KPK, 10 Orang Diberikan Catatan
6 hari ago Hukum Leave a comment 41 Views
Berita Terkait
Suap MK, KPK Resmi Tahan Amir Hamzah Dan Kasmin
20 jam ago
Sidang Perdana OC.Kaligis Akan Digelar Kamis Lusa
1 hari ago
Atut Tak Dapat Remisi, Nazaruddin Dan Gayus Direkomendasikan KPK
2 hari ago
Jakarta, Progresnews.com — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada empat dari 19 nama yang lolos dalam Seleksi Calon Pimpinan KPK tahap IV yang memiliki transaksi keuangan mencurigakan. Hal itu disampaikan Ketua Tim Panitia Seleksi Pimpinan KPK Destry Damayanti dalam dialog di salah satu televisi swasta Nasional, Kamis (13/7).
“Waktunya agak mendesak sementara kami harus mengeluarkan 19 nama. Pada saat kami cek 10 orang itu sekitar empat orang ada dalam 19 orang ini,” kata Destry , Kamis 13 Agustus.
Destry menyebut hasil temuan PPATK dan laporan lembaga masyarakat menjadi dasar Pansel untuk melakukan klarifikasi terhadap calon pimpinan KPK pada waktu tahap wawancara 24-26 Agustus mendatang.
“Kami juga sedang melakukan tracking independen, diharapkan bisa meramu ini semua. Bahan ini tentunya hasil temuan yang sudah diperoleh untuk diperdalam,” terangnya.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah transaksi mencurigakan di sejumlah rekening milik sepuluh calon pimpinan KPK yang dinyatakan lolos seleksi Tahap IV.
“Kita memberikan catatan terhadap sepuluh orang calon pimpinan KPK,” kata Ketua PPATK, M Yusuf yang dikutip Metrotvnews.com , Selasa 11 Agustus.
Kesepuluh calon itu menurut Yusuf, memiliki indikasi kadar penyimpangan yang sangat kentara. Dari sejumlah transaksi keuangan milik capim dan keluarga bersangkutan penyimpangan berkisar ratusan juta hingga miliaran rupiah. “Seperti ada modus menyamarkan harta,” ujar Yusuf.
Namun, Yusuf enggan membeberkan identitas kesepuluh capim tersebut. Dia hanya menegaskan, semuanya datang dari latar belakang yang variatif. “Tidak etis saya menyebutkan itu,” tukas dia.
Hasil tracking yang dilakukan PPATK ini kata Yusuf, juga telah dilaporkan kepada Presiden. “Kemarin sudah kita serahkan ke Istana,” kata Yusuf
Google +

