Serang, Progresnews.com -- Dibukanya kran investasi dan tenaga kerja asing asal China diprovinsi banten dibawah kepemimpinan Rano Karno, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Kepala Kanwil Kemenag Banten, Moh Agus Salim. Dengan banyaknya tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja diwilayahnya, Agus memiliki kekhawatiran adanya penyebaran faham tak beragama.

"Banyak pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja di salah satu perusahaan Semen di Pandeglang, mereka bukan staf ahli tapi hanya buruh kasar, selama ini yang kita ketahui mereka tidak beragama, kami khawatir ini akan menyebar ke masyarakat Banten," kata dia dalam Rakernas Kemenag 2016 di Hotel Century Park, Selasa (1/3).

faham tak beragama tersebut menurut Agus, bisa saja disebarkan atau menyebar dengan sendirinya kepada masyarakat sekitar. Untuk itu, perlu adanya kesiapan kepala daerah khususnya provisni banten dalam dalam menghadapi lonjakan tenaga kerja asing dari China itu.

Agus juga mempertanyakan perusahaan yang justru malah menggunakan tenaga kerja asing ketimbang tenaga kerja lokal didaerahnya. Pasalnya selain masih banyak yang menganggur, tenaga asing yang didatangkan pun hanyalah tenaga buruh yang tentu pekerjaannya juga bisa dilakukan oleh pekerja lokal.

Diketahui, Kanwil Kumham Provinsi Banten, Dirjen Imigrasi mencatat jumlah tenaga kerja asing terbanyak berasal dari China sebanyak 2.809 orang, lalu Korsel 2.188, Jepang 48 orang, Taiwan 454 orang, Amerika 278 dan 2.000 lainnya dari beragam negara . (Haedi/PN06)