Pihak oposisi menginginkan pemilu presiden dibatalkan dan merencanakan protes massal.

Hampir seminggu setelah pemilu di Republik Demokratik Kongo (DRC), para pemilih menantikan hasilnya dengan cemas.

Pemilihan presiden dirusak oleh masalah logistik dan kekhawatiran kredibilitas.

Komisi Pemilihan Umum mengatakan hasil awal menunjukkan Presiden Felix Tshisekedi memimpin.

Namun kandidat oposisi mengeluhkan ketidakberesan dan kecurangan dalam pemungutan suara. Mereka ingin pemungutan suara tersebut dibatalkan dan menyerukan protes minggu ini.

Apa yang terjadi jika tidak?

Apakah ini merupakan resep bagi siklus kekerasan dan kekacauan lainnya di Kongo?

Pembawa acara: Rasakan Abuhaida

Tamu:

Patrick Muyaya – Juru bicara pemerintah Republik Demokratik Kongo

Marie-Roger Biloa – Analis urusan Afrika dan editor Africa International Media Group

Jason Stearns – Pendiri dan penasihat strategis Kongo Research Group di Universitas New York

Sumber

Previous articleMasyarakat Amerika meningkatkan pengeluaran selama liburan meskipun ada kekhawatiran finansial dan biaya yang lebih tinggi
Next articleTawaran Swedia untuk bergabung dengan NATO kembali diperdebatkan oleh komite parlemen Turki
Freelance journalist covering Indonesia and Timor-Leste. Bylines in the South China Morning Post, Nikkei Asia, The Telegraph and other outlets. Past TV work for ABC News US, Al Jazeera English and TRT World. Previously reported out of Taiwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here