Tolak PHK Masal, Ribuan Pekerja Blokir Jalan Sepanjang DPRD Kota Cilegon

Cilegon, Progresnews.com -- Tidak kurang dari 1.300 pekerja PT Indofero di Cilegon memblokir Jalan Raya Cilegon-Merak tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Cilegon, Selasa (1/8), menolak adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal.

Para pekerja yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan empat ini sudah disambut oleh pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengawal keamanan. Mobil Dalmas dan kendaraan urusan kesehatan milik Polres Cilegon tampak sudah disiagakan.

Ketua Flomenik SBSI Kota Cilegon, Jajuli saat orasinya menngatakan bahwa akan terus memperjuangkan nasib para buruh yang di-PHK. Ia juga meminta pemerintah menyejahterakan para pekerja atau buruh.

“Kalian punya hak untuk hidup di negeri ini. Jangan pernah merampas hak dan jangan juga dirampas haknya,” ujarnya, seperti diberitakan radarbanten.

PHK massal yang dilakukan oleh Indoferro kata dia, sudah menyengsarakan rakyat. Tidak hanya hanya nasib seorang pekerja yang di-PHK saja, namun para keluarga dari yang di-PHK juga pasti akan terkena dampak.

“Mau makan apa nanti keluarga. Motor yang baru diambil dan cicilan rumah mau dibayar pakai apa, kalau sampai ditarik, malu sama tetangga. Hayoo semangat memperjuangkan hak-hak kita, walau saya sendiri tidak di-PHK saya terus semangat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua FSBKS Sanudin mengatakan kejadian PHK massal yang dilakukan oleh Indoferro telah menjadi sejarah yang tidak syah secara hukum. “Kalau buruhnya tidur, ini kesalahan buruh. Kalau prosedur oleh Indoferro tidak ditempuh, pemerintah harus menentukan sikap. Jangan sampai Indoferro bikin gaduh di Cilegon, arogansi harus dilawan,” tuturnya. (Red)

TAG ekonomi