Twitter Tutup 125 Ribu Akun Terlibat Gerakan ISIS
Serang, Progresnews.com -- Perusahaan peneyedia Media jejaring sosial Twitter , setidaknya telah menutup lebih dari 125 ribu akun yang diduga digunakan untuk mengancam ataupun mempromosikan aksi teroris. Sebagian besar dari akun tersebut diduga terkait dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Diberitakan dari laman Sky News , akun-akun tersebut telah dimatikan sepanjang delapan bulan terakhir. Penutupan itu merupakan langkah perusahaan media sosial ini menanggapi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat untuk lebih proaktif dalam menanggapi isu kejahatan tersebut.
Twitter kini menggunakan teknologi spam untuk mencari akun-akun lainnya yang digunakan dengan tujuan yang sama.
Saat ini, menurut perusahaan, sudah ada penurunan jumlah akun tersebut sejak suspensi dijalankan. Namun mereka mengaku tidak mempunyai algoritma yang pasti untuk mengidentifikasi akun atau konten teroris yang ada di Twitter .
"Seperti semua orang di dunia, kami takut dengan kekejaman yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis. Kami mengecam penggunaan Twitter untuk mempromosikan terorisme," Salah satu cuitan akun resmi twitter.
Twitter juga akan terus berkomitmen membantu pihak berwenang dan organisasi terkait untuk mencari solusi demi masalah kritis ini. (haedi/PN06)
-
Selasa, 11/12/2018 14:20 WIB
Melestarikan Kue Pasung, Kudapan Tradisonal Hasil Persilangan Budaya Jawa dan Sunda
-
Rabu, 24/10/2018 07:08 WIBMeski Rasanya Pahit, 5 Makanan Ini Mampu Cegah Kanker
-
Senin, 22/10/2018 07:36 WIB
Waspada, 5 Penyakit Saraf Ini Sangat Berbahaya Untuk Anak
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain