Warga Grebek Aliran Sesat di Banten, Temukan Puluhan Buku Sihir
Pandeglang, Progresnews.com -- Kepolisian Daerah (POlda) Banten menemukan puluhan buku kumpulan buku sihir, buku ramalan, dan tujuh buah buku karangan pribadi dari rumah terduga penyebar aliran sesat di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten .
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Banten, AKB Zaenudin, pihaknya berhasil menyita tumpukan buku dan mengamankan pasangan suami isteri pimpinan aliran sesat di Pandeglang, Banten.
"Sedang kami dalami. Nama padepokannya Ki Ngawur Permana. Pengikutnya tidak ada (yang diamankan)," kata AKB Zaenudin, Kabid Humas Polda Banten, Kamis (30/11).
Seperti dilansir Liputan 6, selain itu, dari kediaman MH dan ND yang dijadikan sebuah padepokan bernama Ki Ngawur ini, polisi menyita proyektor, infocus, metal detector, handycam, CPU, dan Ipad Apple, "Suami istri kegiatan sehari-harinya penulis. Masih didalami," terangnya.
Pasangan suami istri yang diketahui berasal dari Jakarta tersebut telah menetap di Kabupaten Pandeglang belum sampai lima tahun. Mereka ditangkap polisi, TNI, aparatur kecamatan dan masyarakat pada Minggu malam, (26/11) lalu.
Polisi pun meminta agar warga tak melakukan sweeping maupun main hakim sendiri terhadap orang yang diduga menjadi pengikutnya. Namun harus segera melapor ke pihak polisi maupun MUI setempat, "Baru kitab sihir itu saja. Sementara diduga karangan pelaku, masih didalami," jelasnya.
Sebelumnya sebuah rumah di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, digrebek warga dan aparat polisi, Selasa, 28 November 2017. Diduga, rumah itu menjadi lokasi penyebaran aliran sesat.
Pemilik berinisial MH dan ND mengklaim, rumahnya menjadi tempat bertemunya manusia dengan malaikat. "Dugaan kami aliran sesat," kata Dedi Taftjani, Camat Cibitung.
Dedi mengatakan, ada cara pandang berbeda yang dianut para pengikut di rumah itu. Mereka menilai, saat mengucapkan kalimat syahadat, maka fisik Tuhan semata-mata harus hadir di sana, "Terkait syhadatan, dia (pengikutnya) menilai Allah itu harus berwujud. Ini kan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.
Sementara ini belum diketahui secara pasti bagaimana detail ajaran yang diduga sesat itu. Masyarakat baru mengetahui ajaran itu lewat media sosial Facebook, "Intinya mereka menuntut fisik Allah. Kalau Allah tidak hadir saat mengucapkan syahadat, maka mereka tidak yakin," jelasnya. (Red
-
Jumat, 19/10/2018 08:45 WIBBerhentikan Iman dari Walikota Cilegon, Pemprov Tunggu Salinan Putusan Inkracht
-
Jumat, 19/10/2018 08:17 WIBSang Ratu Divonis Gila, Berikut 6 Fakta Penting Kerajaan Ubur-ubur yang Bikin Heboh
-
Jumat, 19/10/2018 07:45 WIB
Sering Konsumsi 6 Makanan Ini, Dijamin Bikin Kulit Sehat dan Mulus
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain