ANAK MUDA BER-IDEOLOGI, KORUPSI SELESAI
ANAK MUDA BER-IDEOLOGI, KORUPSI SELESAI
2 Juni 2015 Opini Leave a comment 188 Views
Berita Terkait
GUNUNG RAUNG SEMBURKAN LAVA PIJAR, BANDARA DI JEMBER TUTUP
2 jam ago
PEMERINTAH SEBAR 33 TITIK PANTAUAN HILAL, INI DAFTARNYA!
3 jam ago
IZINKAN AHMADIYAH IBADAH, MUI NILAI AHOK LANGGAR SKB 3 MENTERI
4 jam ago
TAREKAT NAQSABANDIYAH BERLEBARAN HARI INI
5 jam ago
Secara terminologi, kata korupsi berasal dari kata latin yaitu Corruptus atau Corruption. Lalu menjadi Corruption karena diserap dalam bahasa Inggris dan Prancis dan kemudian di Belanda korupsi disebut dengan korruptie, sedangkan di Indonesia disebut korupsi. Korupsi secara gamblang telah dijelaskan dalam 13 (tigabelas) pasal Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 21 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut korupsi dirumuskan dalam 30 (tigapuluh) bentuk/jenis tindak pidana korupsi. Pasal-pasal tersebut secara terperinci mengenai perbuatan yang bisa dikenakan pidana penjara karena korupsi.
Semakin hari pemberitaan korupsi di Indonesia seperti tidak ada habis-habisnya. Dari mulai pejabat di pusat pemerintahan, sampai pejabat di desa pun tidak sedikit yang terlibat kasus korupsi. Dari tahun ke tahun data pemberantasan korupsi tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Korupsi di Indonesia bukan muncul sebagai masalah baru di era reformasi, di awal kemerdekaan pun kita dapat menemui hal yang serupa, bahkan sangat mengakar pada era Orde Baru.
Keadaan tersebut berlarut-larut begitu lama membuat masyarakat mengalami skeptisme dalam pemberantasan korupsi. Bukan tidak mungkin pula, apabila persoalan korupsi tidak segera menemui jawaban, di masa yang akan datang masyarakat akan mewajarkan tindakan korupsi. Karena setiap pemberitaan (korupsi) yang dipertontonkan oleh media merupakan hegemoni yang mempengaruhi sekaligus membentuk pola pikir masyarakat. Lantas jika demikian, apakah benar korupsi itu bisa dihentikan? Atau apakah cerita tentang negara bebas korupsi hanyalah sebuah mitos? Atau mungkin korupsi seperti candu yang tidak ada obatnya.
Anak muda dan Ideologi
Sejarah gerakan perubahan adalah sejarah pemuda. Di belahan dunia manapun anak muda selalu menjadi aktor pelopor dalam gerakan –gerakan perubahan, baik gerakan massa dan gerakan studi kritis. Hal tersebut menempatkan pemuda pada posisi strategis dalam kelompok masyarakat. Tentu gerakan yang dipelopori oleh pemuda tidak datang begitu saja tanpa sebab. Ada proses dialektik yang membentuk kerangka berpikir kritis pemuda hingga sampai pada “tahap bergerak”. Lalu apa yang melatar belakangi pemikiran kritis pemuda? Jawabannya adalah “Ideologi”.
Apa itu ideologi? Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ (inggris) yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita; dan kata ‘logi’ yang dalam bahasa Yunani logos artinya ilmu atau pengetahuan. Secara Harfiah, Pengertian Ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam bukunya Les éléments de l’ideologie (1801), Destutt de Tracy mendefinisikan ‘ilmu gagasan-gagasan’ sebagai berikut: “Ilmu itu bisa disebut ideologi, jika orang hanya mengamati pokok masalahnya; tata bahasa umum, jika orang hanya mengamati metode-metodenya; dan logika, jika orang hanya engamati tujuannya. Sedangkan Marx dan Engels menggunakan istilah ideologi dengan arti yang jauh berbeda dari istilah aslinya. Ideologi berarti ganda dalam pemikiran Marx. Pertama, ideologi sebagai kesadaran palsu atau bayangan realitas yang terbalik; dan kedua, ideologi sebagai seperangkat sistem gagasan. Dari defenisi diatas, pengertian ideologi secara umum adalah “pengetahuan tentang gagasan-gagasan, ide-ide, dan tentang pengertian-pengertian dasar yang sistematis dengan arah dan tujuan tertentu”.
Inti dari pengertian diatas adalah ideologi menentukan “keberpihakan” , yaitu keberpihakan pada bagaimana cara manusia hidup dalam sebuah kelompok masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. Tentu dalam hal ini keberpihakan yang dimaksud adalah keberpihakan pemikiran dan keberpihakan tindakan. Keberpihakan pemikiran dan keberpihakan tindakan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Anak muda dan ideologi sangat berkaitan erat. Secarah ilmiah, masa remaja anak muda berada dalam masa rentan. Yang dimaksud dengan masa rentan adalah masa dimana anak muda mencari jati dirinya. Ketika anak muda menemukan suatu keyakinan dalam perjalannannya, maka akan secara serius diperjuangkan. Inilah yang dimaksud dengan keberpihakan. Disisi lain, anak muda juga memiliki semangat dan ide-ide kreatif dalam menjalani aktivitasnya. Begitu juga sebaliknya, apabila dalam masa perkembangannya anak muda tidak diperkenalkan konsep ideologi, maka sepanjang hidupnya dia akan menjadi anak yang berpandangan miopik bahkan banyak sekali yang terjebak dalam kehidupan hedonisme.
Korupsi adalah kasus yang tidak terjadi hanya di Indonesia saja. Korupsi terjadi di negara manapun di belahan dunia ini. Di Indonesia sendiri, kasus korupsi seperti sudah menjadi santapan informasi masyarakat sehari-hari. Setiap hari tak henti-hentinya media memberitakan kasus korupsi., karena memang begitu keadaannya. Tetapi meski demikian tidak seharusnya korupsi menjadi sebuah kebiasaan yang mengiringi instrumen perpolitikan bangsa. Secara tidak langsung, korupsi menyebabkan banyak anak yang tidak dapat sekolah, banyak rakyat yang tidak bisa memiliki rumah, banyak masyarakat yang menjadi korban kecelakaan di jalan karena fasilitas jalan yang buruk, dan masih banyak lagi.
Dalam memutus korupsi, sudah tidak dapat lagi me nyelesaikan hanya kasus per kasus. Karena jika hanya fokus pada sanksi kasus, maka hanya akan menambah angka-angka kasus korupsi selanjutnya. Pemerintah dan aktivis anti korupsi harus bekerja sama untuk merumuskan sebuah konsep bernegara tanpa korupsi yang sasarannya adalah pemuda. Tidak cukup juga hanya membeberkan apa itu korupsi dan bagaimana sanksinya. Tetapi jauh dari itu, pemahaman yang diberikan adalah pemahaman ideologis tentang membangun sebuah peradaban dalam suatu bangsa. Dalam bahasa lain, mindset terbiasa korup hanya bisa dilawan dengan ideologi dengan anti-korup.
“Potong satu generasi. Biarkan generasi tua yang korup menikmati hukumannya, dan yang muda lahir dengan ideologi anti-korupnya.”
Carlos F Silalahi
(Mahasiswa Semester Akhir Hukum Untirta)
Google +
-
Rabu, 19/08/2015 12:34 WIB
Fenomena Pilkada Borong Partai Politik : Mendefiniskan Kembali Peranan Dan Fungsi Partai Politik
-
Rabu, 19/08/2015 12:31 WIB
Hari Tani dan Reforma Agraria Kekinian
-
Rabu, 19/08/2015 05:12 WIB
Mendorong Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Sebagai Pusat Peradaban Dunia