Mendorong Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Sebagai Pusat Peradaban Dunia

Mendorong Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Sebagai Pusat Peradaban Dunia

23 hari ago Opini Leave a comment 410 Views

Berita Terkait

Peringatan HUT RI Ke-70, Plt. Walikota Cilegon Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan Jelang PIlkada

2 hari ago

Pemuda Deklarasikan KP2DIB, Ketua DPRD Banten : Bangun Dulu Peradaban Dan Budayanya, Baru Saya Setuju

15 hari ago

Hari Tani dan Reforma Agraria Kekinian

20 hari ago

Pengantar

Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Menuju Pusat Peradaban Dunia merupakan sebuah visi barisan anak muda Banten yang digaungkan kurang lebih sat tahun yang lalu, gagasan besar tersebut merupakan semangat baru dari kaum muda yang menginginkan adanya perlakuan khusus tehadap Banten.

Bukan tanpa alasan, sebagai gerbang investasi Indonesia, yang menghubungkan dua kekuatan ekonomi besar SUmatera dan Jawa, dimana hampir seluruh pabrik vital negara ada di Provinsi Banten dari listrik sampai ketersediaan baja nasional, serta sejarah mencatat bahwa Banten merupakan jalur perdagangan internasional yang secara khusus telah memiliki mata uang yang resmi dibanding wilayah lainnya di Indonesia, sudah barang tentu menjadi alasan kuat berdirinya Provinsi Daerah Istimewa Banten. Memang, dibutuhkan kajian khusus untuk hal tersebut, namun setidaknya dua hal yang telah dikemukanan diatas menjadi landasan awal cita-cita terbentuknya Daerah Istimewa Banten.

Munculnya gagasan Daerah Istimewa Banten

Munculnya gagasan pembentukan Provinsi Daerah Istimewa Banten, berawal sekitar satu tahun yang lalu dengan dibentuknya aliansi taktis bernama Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC). Nama ini disadur dari ide dan gagasan Tan Malaka yang membentuk aliansi dengan nama yang sama yakni Persatuan Perjuangan.

PPMC dibentuk dengan tujuan menggalang kekuatan massa untuk mengkritisi laju investasi asing, wabil khusus investasi Korea di Cilegon. Dalam proses perjuangan tersebut PPMC menggalang kekuatan ulama umaro dan kaum muda.

Sejak awal PPMC menyadari bahwa rezim hari itu –Susilo Bambang Yudhoyono– berada dibelakang kekuatan investor asing dalam hal ini Korea Selatan dengan Posco nya. Bahkan alat-alat negara “diselewengkan” untuk mengamankan investasi Korea. Dan PPMC menyadari bahwa serbuan investasi asing ini bukan hanya menyerbu masuk ke Cilegon tetapi juga daerah lain seperti Pandeglang, Tangerang, Serang dan Lebak.

Hari ini kita menghadapi sebuah episode baru penjajahan asing berkedok investasi. Sebagai kaum muda, PPMC menilai bahwa Banten belum siap untuk menyambut kedatangan para investor. Pemerintah Pusat terkesan memaksakan kehendak untuk melakukan eksploitasi terhadap provinsi Banten dengan menjadikannya sebagai wilayah investasi, mengesampingkan kearifan lokal dan kesiapan Sumber daya Manusia (SDM).

Dan disadari bahwa hari ini perjuangan tak bisa hanya dengan demo-demoan, bakar-bakaran atau teriak-teriakan, kaum muda haruslah bisa menyusun organisasi yang baik serta menggunakan jalur yang sesuai dengan hukum dan konstitusi yang berlaku di negara Indonesia.

Daerah berlindung pada UU Otonomi Daerah, yang nyata-nyata masih lemah untuk melindungi kepentingan daerah. Dengan UU Otda, Pemerintah Pusat mengambil 70 persen bagi hasil pajak, sementara daerah hanya mendapat 30 persennya saja. Alhasil, dengan alih-alih menjadi wilayah investasi, justru ratusan bahkan ribuan pabrik berjamur, asap dari cerobong pabrik dihirup masyarakat setiap detik, limbah merusak lingkungan, pengangguran merajalela, kemiskinan begitu nyata di daerah-daerah. Sebuah kenyataan berbeda melihat “Pejabat Jakarta” yang menikmatinya, sebuah ketidakadilan yang nyata.

Inilah sebab mengapa PPMC memunculkan gagasan Daerah Istimewa Banten sebagai sebuah jalan perjuangan yang dipilih untuk melindungi rakyat Cilegon dan Banten dari gempuran arus deras investasi tanpa kontrol yang kelak dan sudah barang tentu menggiring masyarakat Banten semakin jauh dari cita-cita sesungguhnya, sebagaimana cita-cita yang diperjuangkan para pendiri.

Gagasan pembentukan daerah Istimewa Banten bukanlah hal yang utopis, jika melihat sejarah berdirinya Propinsi Banten yang membutuhkan rentang waktu tidak kurang dari 40 tahun. Semenjak tahun 60-an gagasan Provinsi Banten sudah diletupkan, baru pada era reformasi terwujud. Belajar dari sejarah itulah, PPMC yakin mimpi besar Daerah Istimewa Provinsi Banten bisa terwujud.

Oleh karena itu, demi terwujudnya mimpi besar tersebut, PPMC mengajak semua elemen kebantenan untuk bergabung dan berjuang bersama. Dalam waktu dekat akan segera dibentuk KOMITE PERSIAPAN PEMBENTUKAN DAERAH ISTIMEWA BANTEN di semua Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Banten guna mendorong visi besar Banten Istimewa Banten.

Penulis :

Ir. Isbatulloh alibasja | Dewan pendiri PPMC | Dewan pembina Rumah peradaban Banten

Isbatulloh_dib@gmail.com

Facebook

Twitter

Google +

TAG opini
Terpopuler